Babel Buana | Berita Terkini Bangka Belitung

Kabar Negeri Serumpun Sebalai

175 Karung Bijih Timah Diamankan Satlap Tri Cakti, Pemiliknya Masih Misterius

admin ·

 


BABELBUANA.COM, BELITUNG — Personel Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti menggagalkan dugaan penyelundupan bijih timah di kawasan Pantai Munsang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Rabu (16/9/2026) dini hari.

Operasi penertiban yang berlangsung sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB tersebut berhasil mengamankan sebanyak 175 karung berisi bijih timah kering. Nilai keseluruhan barang yang diamankan ditaksir mencapai Rp1,4 miliar.

Berawal dari informasi rencana pengiriman timah

Penindakan bermula dari informasi mengenai rencana pengiriman timah asal kawasan Tanjungpandan. Muatan tersebut diduga akan dibawa keluar dari Belitung melalui jalur pesisir Pantai Munsang.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Satlap Tri Cakti yang dipimpin Komandan Sektor Belitung bersama jajaran komandan pos segera bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Petugas kemudian menemukan tumpukan karung berisi bijih timah kering di kawasan pesisir. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan seorang pun yang berada di lokasi atau mengakui kepemilikan barang tersebut.

Seluruh muatan kemudian diamankan untuk mencegah pemindahan barang sekaligus menjaga proses penelusuran lebih lanjut.

Barang dibawa ke Sentra Pengolahan Terpadu Sijuk

Sebanyak 175 karung bijih timah tersebut selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan truk menuju Sentra Pengolahan Terpadu Sijuk untuk dititipkan sementara.

Barang yang diamankan dijadwalkan dipindahkan dan dihitung kembali di Gedung Penyimpanan Barang Titipan pada Kamis (17/9/2026).

Penghitungan ulang diperlukan untuk memastikan jumlah, berat, kondisi serta nilai barang tercatat dengan jelas. Nilai Rp1,4 miliar yang disebutkan masih merupakan taksiran awal terhadap keseluruhan muatan.

Pengemasan rapat menjadi perhatian

Pola pengemasan ratusan karung bijih timah turut menjadi perhatian petugas. Barang tersebut dilaporkan telah dibungkus menggunakan lapisan plastik secara rapat.

Tim menduga pola pengemasan tersebut menunjukkan bahwa muatan telah dipersiapkan untuk proses pengangkutan lebih lanjut.

Salah satu dugaan yang sedang ditelusuri adalah kemungkinan keterkaitan barang dengan jaringan pengiriman ke luar negeri, termasuk Malaysia. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dan pembuktian lebih lanjut.

Hingga saat ini, Satlap Tri Cakti masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri pemilik, asal material, pihak yang mengumpulkan, serta tujuan akhir pengiriman ribuan kilogram bijih timah tersebut.

Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan jalur pesisir untuk mencegah peredaran dan penyelundupan timah yang tidak dilengkapi dokumen resmi.